News

  • Perlunya Sistem Keamanan Berlapis Pada Hunian
    16 Juni 2017

    Perlunya Sistem Keamanan Berlapis Pada Hunian

    Beberapa waktu lalu sempat terjadi kejadian nahas di Perumahan Bugel Indah, Karawaci, Kota Tangerang. Kala itu, terjadi aksi perampokan di salah satu rumah oleh dua orang pelaku bersenjata api, yang menewaskan Italia Chandra Kirana. Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini meregang nyawa usai menerima timah panas yang dimuntahkan senjata pelaku tepat di dada sebelah kiri.

    Dalam upaya mengungkap aksi ini Polisi sempat menyita dua unit kamera pengawas (CCTV) yang diduga merekam kedua pelaku.  Kamera CCTV pertama adalah yang rekamannya telah tersebar di media sosial dan memperlihatkan dua laki-laki yang keluar dari rumah Italia, menembak Italia, kemudian kabur dengan sepeda motor. Sedangkan isi rekaman CCTV yang kedua adalah milik tetangga korban, yang mana pemiliknya mengaku hampir dirampok oleh dua orang tak dikenal.

    Dari hasil rekaman tersebut polisi menemukan titik terang, dan kemudian merilis sketsa wajah pelaku sekaligus meminta kepada masyarakat agar segera menginformasikan kepada polisi jika melihat orang dengan ciri-ciri yang sama.

    Kapolres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan menjelaskan, sketsa wajah yang baru disebar ini adalah pelaku yang mengendarai seperda motor, bukan yang menembak. “Yang bersangkutan sudah jadi DPO (Daftar Pencarian Orang) atau buron di wilayah Polres Metro Tangerang. Kami minta partisipasi masyarakat agar segera melapor jika melihat orang ini.”

    Kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat bahwa pentingnya memiliki sistem keamanan yang berlapis pada hunian. Karena pada dasarnya sebuah sistem keamanan dibutuhkan untuk mendapatkan ketenangan hati. Berdasarkan teori defence-in-depth, sistem keamanan yang ideal harus memberikan 4 manfaat; deter (mencegah); detect (mendeteksi); delay (menghambat); dan response (tindakan).

    Terkait itu, sistem alarm dianggap banyak pihak sebagai salah satu teknologi yang dapat diandalkan dalam mengamankan area hunian. Dalam prakteknya, sistem keamanan hunian terbagi dalam tiga bagian yakni :

    1. Perimeter Luar

    Untuk mengamangkan perimeter luar, pemilik rumah dianjurkan memasang sejumlah sensor infra merah aktif dan dalam penerapannya perangkat-perangkat tersebut harus disesuaikan cakupan luas areal lahan hunian.

    2. Perimeter Bangunan

    Dalam mengamankan bangunan pemilik rumah perlu memasangkan sejumlah perangkat seperti sensor infra merah pasif yang mampu mendeteksi perubahan tempratur di sekitar sensor. Kemudian, sensor gelombang mikro yang prinsip kerjanya berdasarkan duppler effecr yang memungkinkan sensor mendeteksi getaran. Alternatif lainnya adalah memadukan keduanya sehingga dapat meminimalkan potensi terjadinya alarm palsu (false alarm) karena kedua sensor bekerja secara end logic sehingga peringatan baru akan diberikan sistem kepada pemilik setelah kedua sensor tersebut mendeteksi adanya pelanggaran wilayah atau intrusi.

    Selain itu, pemilik rumah juga disarankan memasangkan lampu sensor gerak yang memungkinkan sistem memberikan peringatan dengan menghidupkan cahaya lampu secara otomatis ketika terdeteksi gerakan instrusi. Perangkat ini diharapkan dapat mencegah pelaku kejahatan meneruskan niatnya. Tidak lupa pemilik rumah juga diimbau untuk memasangkan dua unit sirine outdoor di sekitar area hunian. Tak sampai itu, untuk menambah rasa aman ada baiknya pintu-pintu rumah dipasangkan mangnetic contact dan glassbreak detector di jendela-jendela hunian.

    3. Perimeter Ruangan

    Untuk pengamanan yang menyeluruh, disarankan agar setiap ruangan yang ada di dalam rumah terproteksi dengan memasangkan detektor asap, detektor api dan detektor panas. Perangkat-perangkat tersebut sangat dianjurkan terpasang di areal dapur dan sekitarnya.

    Setelah terpasangkan sejumlah perangkat-perangkat tersebut diatas, akan lebih baik lagi jika sistem keamanan dioptimalkan dengan adanya kamera CCTV yang terintegrasikan dengan sistem alarm yang ada, sehingga pemilik rumah dapat mengawasi huniannya secara langsung, kapan saja dan dimana saja.