News

  • Sudah Selayaknya Ada CCTV di Setiap Aspek Kehidupan Masyarakat
    16 Juni 2017

    Sudah Selayaknya Ada CCTV di Setiap Aspek Kehidupan Masyarakat

    Maraknya aksi kejahatan tentu saja menuntut perlunya peningkatan kewaspadaan masyarakat. Karena kejahatan bisa terjadi di mana saja, tidak memilih tempat yang tepat, bisa di jalan, di tempat umum seperti pasar, pusat perbelanjaan, bank, dan lainnya, bahkan bisa juga terjadi di rumah.

    Meski telah meningkatkan kewaspadaan, namun namanya manusia pastilah memiliki titik lemah atau celah kelengahan. Kondisi inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh orang-orang yang berniat jahat, karena terdesak oleh keadaan atau memang sudah menjadikannya sebagai profesi. Seperti yang dialami pengemudi mobil Inova bernama Davidson Tantono (30) yang tewas ditembak perampok di SPBU 34-11712 Jalan Daan Mogot, KM 12, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat lalu (9/6).

    Pihak kepolisian mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, korban yang mengemudi mobil Inova hitam berpelat nomor B 1136 GFY itu sedang menambal ban saat perampok datang untuk merampas uang Rp 300 juta yang baru ditarik dari bank. 

    Polisi saat ini masih mengejar komplotan perampokan dan menyatakan para pelaku sudah terdeteksi keberadaannya. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera tertangkap," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan.

    Meski telah ada titik terang namun demikian bukan berarti pihak kepolisian tak menemukan rintangan dalam upaya mendeteksi dan mengejar pelaku perampokan. Pihak kepolisian sempat mengeluh dan menyesalkan kondisi kamera CCTV yang ada di lokasi kejadian tidak bisa merekam kejadian brutal tersebut.

    Penggunaan Video Surveillance (VS) dan CCTV sangat berguna dan membantu polisi dalam mengungkap kasus kejahatan. Setidaknya langkah memasang CCTV di tempat-tempat rawan kejahatan, rawan kecelakaan lalu lintas, dan rawan kecelakaan pekerja setidaknya akan menjadi pertimbangan pelaku pelanggaran atau kejahatan mengurungkan perbuatan jahatnya. Banyak orang berbuat jahat karena merasa perbuatannya tidak ada yang mengetahui atau tidak ada yang mengawasi.

    Pengawasan melalui CCTV mampu memberi dampak signifikan menekan angka kejahatan dan menjaga ketertiban umum. Kalaupun nekat juga terjadi pelanggaran atau kejahatan, karena gerak-geriknya terekam setidaknya aparat penegak hukum dapat memperoleh petunjuk awal yang lebih cepat dibanding tanpa petunjuk apapun. Karena seringkali meskipun ada saksi yang melihat kejadian, banyak yang beralasan tidak mau terproses atau takut terancam jiwanya jika ikut bersaksi, maka menjadikan CCTV sebagai alat bukti yang dapat bersaksi di persidangan adalah solusinya.

    Ditambah lagi perkembangan hukum saat ini, ini dengan berlakunya UU No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik telah mengakomodasi alat bukti elektronik termasuk diantaranya hasil rekaman CCTV dapat dijadikan sebagai alat bukti dipersidangan.

    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto menegaskan, banyak penyidik terbantu dengan adanya barang bukti rekaman CCTV dalam setiap kasus atau peristiwa kejahatan. Menurutnya, penjahat sudah mulai pintar untuk bagaimana dia tidak terekam. Namun, sepintar-pintarnya mereka tetap ada saja kelengahan atau kekurangan. Karena, pada prinsipnya tidak ada kejahatan yang sempurna.

    Maka dari itu dia menegaskan, sudah seyogyanya menggunakan CCTV atau VS dalam setiap aspek kehidupan. Bukan hanya sebagai alat membantu mengungkap tindak kejahatan, namun juga membantu aktivitas pekerjaan masyarakat. Dia pun berharap kedepannya masyarakat—khusunya di Jakarta—mulai melengkapi tempat usaha atau tempat tinggalnya dengan CCTV.

    “Ya untuk kota besar sekelas metropolitan apa lagi ibukota, setiap aspek kehidupan masyarakat itu sudah selayaknya ada CCTV. Bukan hanya untuk pengawasan atau membantu mengungkap kasus kejahatan, tapi juga untuk kegiatan masyarakat seperti pertokoan, jalan umum, jalan raya, dan perkantoran. Ini sudah merupakan kelengkapan yang terintegrasi. Di mana pun berada, bisa dimonitor dalam radius beberapa meter. Memudahkan masyarakat berinteraksi atau berkomunikasi untuk memantau kegiatan-kegiatan yang memerlukan bantuan CCTV,” jelasnya.